Tuesday, 18 January 2011

SAYA SEHAT! ITU BERKAT BANTUAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI!


Judul Buku

Geomedicine, Can Geographic Information Make Me Healthy??

Pengarang

Bill Davenhall

Penerbit

ESRI

Jml halaman

32 halaman (bahasa Inggris)


“Every place I have ever lived and will live is part of my medical history”

Bagaimana bisa sistem informasi geografi membuat kita sehat? Bagaimana caranya? Jawabannya: bisa! Coba saja baca buku satu ini. Judulnya “Geomedicine: Can Geographic Information Make Me Healthy??” Buku besutan Bill Davenhall ini mampu menjelaskan kaitan antara lingkungan dan kondisi geografi dengan kesehatan yang disebut geomedicine. Geomedicine memerlukan alat untuk memaksimalkan analisis menggunakan sistem informasi geografi.

Kebanyakan orang yang merasa sakit sering heran kenapa mereka tak kunjung sembuh padahal berbagai upaya telah dilakukan. Diet ketat, kontrol rutin, konsultasi dokter. Sayangnya satu yang sering dilupakan: kondisi lingkungan! Air yang diminum, udara yang dihirup, dan tempat dimana kita hidup. Percuma jika perawatan mahal dilakukan dan diet diperketat namun pasien tetap berada di lingkungan yang buruk. Dokter Ethan Berke, seorang paramedis, mengatakan kalau itu adalah sesuatu yang percuma dilakukan. Tak ayal jika kita perlu informasi mengenai lingkungan mana yang dapat memperburuk kesehatan, lingkungan mana yang sebaiknya tidak ditempati oleh penderita kanker, atau lingkungan mana yang rentan terjadi serangan jantung tiba-tiba.

Memetakan kesehatan atau persebaran penyakit mampu memberikan pemahaman terhadap publik atau masyarakat tentang kondisi tempat tinggal mereka. New York State Health Department telah membuktikannya dengan Peta Persebaran Penyakit Kanker yang dipajang di situs resmi kepunyaan National Cancer Institute. Data yang dihasilkan mempunyai kekuatan untuk menjelaskan secara sederhana namun detail, dimana saja virus HPV (Human Papilloma Virus) terdeteksi. Sistem ini mampu menjelaskan pola-pola dan tentu saja kondisi lingkungan yang ternyata memang berpengaruh terhadap persebaran penyakit kanker. Tak hanya itu saja, salah satu ulasan dalam buku ini juga menggambarkan bagaimana pola pengaruh reaksi nuklir akibat ledakan yang terjadi di kawasan Belarusia yang ujung-ujungnya berpengaruh terhadap munculnya kanker thyroid yang menyerang masyarakat.


SIG mampu menjadi sebuah early warnings system bagi kesehatan lingkungan yang meminta untuk dieksplorasi lebih lanjut. Bukan mengobati, tetapi mencegah untuk meminimalisir kemungkinan terburuk. Geomedicine sangat potensial untuk menjawab “apa” terjadi “di mana” dan “kapan”. Paramedis pun juga semakin mampu melihat faktor “penyebab pengganggu kesehatan yang masih tersembunyi” secara lebih menyeluruh dengan teknologi yang ditawarkan geomedicine.

Penulis yang bekerja di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat ini mampu mengungkapkan geomedicine dengan bahasa yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Visualisasi peta yang dipajang mampu menjelaskan secara gamblang setiap ulasan yang diberikan.

Tertarik dengan pengenalan teknologi geomedicine? Dapatkan secara cuma-cuma e-booknya. Cekidot....

http://www.inigis.com/ebook-terbaru-dari-esri-geomedicine/

Selengkapnya...

Saturday, 15 January 2011

[IMAJINASI]


Well, imajinasi. Sesuatu kekuatan yang mampu menginspirasi, menumbuhkan sugesti mendalam bagi tiap-tiap jiwa yang meyakininya. Pembahasan yang disampaikan Mas Tyas Ikhsan, dalam General Meeting-nya dengan anak-anak peserta PWK KIR (Pengembangan Wawasan Khusus Karya Ilmiah Remaja) kelas X SMA 7 kemarin jumat benar-benar menarik.

Semua berawal dari Imajinasi. Einstein tak mungkin mengungkapkan tentang gravitasi dan relativitasnya tanpa imajinasi dari sebutir apel yang jatuh dari pohonnya. Thomas Alva Edison mungkin menyerah pada percobaan ke 888 apabila tak punya imajinasi untuk membuat dunia menjadi terang. Wright bersaudara berimajinasi untuk bisa terbang, maka, jadilah pesawat sederhana yang mampu mengangkasa.

Dari Imajinasi, timbullah mimpi, muncullah cita-cita, terbesitlah tekad yang kuat, dan pada akhirnya tindakan yang akan berbicara. Seorang mas Tyas Ikhsan berkisah, bagaimana pada awalnya semasa SMA beliau selalu berdoa agar bisa melakukan penelitian di Eropa. Itu semua berawal dari imajinasi. Imajinasi yang diikuti tindakan. Hingga akhirnya, lulus dari UGM, beliau mendapatkan Beasiswa penuh dari KAUST di Arab Saudi. Mempunyai kesempatan meneliti di Jerman, melintasi 20 negara dalam jangka waktu 2 tahun, di usianya yang masih terbilang muda. Singgah dari satu negara ke negara lain, Jerman, Belanda, Perancis, Italia, bahkan Atlantik... Mencengangkan...

"Semuanya sebenarnya berawal dari da'wah. Saya meyakini, barangsiapa yang membantu agama Allah, maka Allah akan membalasnya berlipat-lipat...," tutur beliau.. (dua orang yang mengatakan hal yang sama kepadaku beserta pembuktiannya: mbak Ratih dan mas Tyas)

Bukan sesuatu yang tidak mungkin itu semua dapat terjadi. Sudah banyak buku-buku motivasi atau novel yang mengulas tentang mimpi dan kekuatannya. Andrea Hirata misalnya, mampu menghipnotis pembacanya lewat kata-katanya: "bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.."
Begitu pula dengan Donny Dirgantara dalam novel 5cm-nya, betapa menggenggam mimpi dan 'tinggal melaksanakannya' bukanlah suatu yang mustahil.

Tak salah kalau Spongebob dan Patrick selalu punya imaaajinasi. Mereka berdua sadar bahwa imajinasi mampu meringankan hati dan mengoptimiskan pikiran. Lihat saja Squidword yang tak punya imajinasi, betapa dia hidup dalam ketertekanan dan keegoisan. Hoho, contoh unik dari sebuah film dengan tokoh-tokohnya yang konyol...

Mulailah BERIMAAAJINASI..
dan rasakan sugesti yang diberikan lewat imajinasi...
Selengkapnya...

Tuesday, 4 January 2011

HALO DI SIANG BOLONG


Selasa, 4 Januari 2010. Cuaca sangat cerah. Sinar matahari memanaskan kembali bumi yang telah dingin akibat diguyur hujan semalaman. Sekitar jam 11 waktu setempat. Aku dan NyidNyid kembali ke kampus geografi setelah mengembalikan buku sisa bazar ke Gamapress. Aku mengendarai si item sampai depan ruang I ketika pak Kuriman (seniman Jogja sekaligus karyawan di geografi) mengarahkan HPnya ke atas (baca:langit). Tak hanya beliau, beberapa orang di kompleks fakultas Biologi, Geografi, dan MIPA tampak menengadahkan muka. Bahkan ada beberapa yang menenteng kamera SLRnya, juga mengarahkan bidikannya ke atas sana.

Setelah menghentikan si item, dan belum sempat bertanya pada NyidNyid ada apa sebenarnya di atas sana, NyidNyid yang masih berada di boncengan sudah mengungkapkan apa yang sedang terjadi..

“Mbaak, mbaaak, ada pelangi bagus di atas....,”

Aku menengadah. Subhanallah, cantiknya. Sebuah fenomena alam berupa halo mengelelilingi sang surya. Mentari di atas sana bagai telur bulat menyengat yang dikelilingi warna-warni apik teramat jelas dari si mejikuhibiniu.

Titik SMS: Mataharinya bagus.... *sebenernya yang bagus halonya.

Aku SMS beberapa orang, termasuk ibuku: Bu, mataharine apik lhooo... (dan dibalas ibu ketika aku sudah sampai di kantor Pro-U Media dan si halo sudah menghilang: Apik kepiye nduk? Wong panas ngenthang2 ngene... *hadeeeh)

Frinal, yang kebetulan saat itu lewat dengan motornya berhenti di dekatku, “Ul, orang-orang pada lebay ya? Ntar pasti heboh ni beritanya. Padahal kan itu fenomena biasa. HALO.” *dan Al melanjutkan kata2 halo dengan nada dangdut yang konyol (_ _)a

Aku cuma menimpali, “yah, kan jarang-jarang Al di Jogja halonya warna-warni. Biasanya juga putih, dan lebih sering di bulan ketimbang di matahari. Bagus nhaa...” #akulagitakjub

***

HALO. Dalam bahasa dan tulisan Latin λως, juga disebut sebagai nimbus atau gloriole. Merupakan fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Di alam biasanya kita lihat saat bulan purnama atau saat matahari terang di siang hari.

Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer yang disebut troposfer, sekitar 5-10 km dari permukaan bumi. Lumrah kalo hari ini ada halo, karena pada malam harinya hujan deras mengguyur, dan awan cirrus masih menggantung di atas sana. Kristalnya dibiaskan oleh cahaya matahari yang sedang bersinar terang sehingga terbentuk ukiran cincin mejikuhibiniu, persis seperti fenomena terjadinya pelangi biasa. Di Yogyakarta memang jarang terjadi halo matahari semacam ini, makanya agak heboh. #seringnya bulan kalang (halo bulan) saat purnama sih...

Hmm, tapi ternyata melihat halo matahari itu harus hati-hati lhooo... Ada hal-hal yang perlu diperhatikan:

- Lindungi kedua mata dari pancaran cahaya matahari

- Jangan sesekali terlalu lama memandang halo, kalau perlu memakai kacamata hitam atau tiga dimensi, hindari kilauan pada kaca atau cermin

- Khusus bagi mereka yang hendak mengambil foto dengan menggunakan kamera single lens reflex (SLR), sebaiknya tidak langsung membidik melalui kotak bidik ke arah halo, karena cahaya matahari akan masuk ke dalam lensa fokus dan bisa merusak retina mata.

Hari ini, Allah telah berbaik hati menunjukkan pelangi kepadaku. ^^.

#TAKJUB#

Thx to: Kupas Tuntas: Fenomena “Halo” Matahari http://wahanapress.net

Selengkapnya...

PERNAH ADA MASA-MASA


Membaca tulisannya pak Salim A. Fillah, di bukunya yang berjudul Dalam Dekapan Ukhuwah. Ada salah satu tulisan yang menurutku bagus, dalem, dan mengena. Di halaman 44 dengan judulnya "Pernah Ada Masa-masa". Aku kutip ni tulisannya...

“Pernah ada masa-masa dalam cinta kita
Kita lekat bagai api dan kayu
Bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
Hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
Tak tersisa dari diri-sendiri selain debu dan abu

Pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
Kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
Merasa menghias langit, menyuburkan bumi, dan melukis pelangi
Namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

Di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
Mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
Bahkan saling nasehat pun tak lain bagai dua lilin
Saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

Kini saatnya kita kembali pada iman yang menerangi hati
Pada amal salih yang menjulang bercabang-cabang
Pada akhlak yang manis, lembut, dan wangi
Hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata
Yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya”

Ya, kita pernah seperti itu...
Merasa mencahayai namun ternyata bagai lilin, ia meleleh, lama-lama habis, tak sadar, dan mati.
Bagaimana kalau kita mencahayai seperti lampu neon saja? Ato lampu phillips? *lhooo??

Hm, ada kalanya kita harus menghargai privasi orang lain.

Ada kalanya kita harus merenung, “ Apakah aku menghangatkan tapi tak membakar?”

Terkadang, kita terlalu berteman dengan setan. Bahkan, mungkin kita sendiri yang jadi setan. Sehingga tak sadar kalo ada malaikat yang menyeru agar kita jadi manusia lagi. Karena, kita merasa sangat puas dan bahagia saat jadi setan.

Iman itu bisa naik bisa turun. Naik dengan ketaatan, dan turun dengan kedurhakaan dan kemaksiatan.

Mau yang mana? Mau membuat grafik iman naik? Atau membiarkannya secara tak sadar menuruni lembah grafik?

Thats all up to u. Ur choice, ur best. ^^

Kita memang tak pernah sempurna. Tapi setidaknya, kita sudah berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selengkapnya...